Untuk Berbagi :

Pilihan Pembaca

Pilihan Admin

Rekomendasi

Original Admin

Original Admin

Islam Only

Islam Only
Tampilkan postingan dengan label Original. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Original. Tampilkan semua postingan

Bocah SD Tendang Kemaluan Guru Karena Merasa Dihina

Sabtu, 08 September 2012

Adegan murid menendang kemaluan guru
Adegan murid menendang kemaluan guru

Guru, apapun haknya pada murid, yang pasti menghina murid apalagi sampai menekan-nekan kepala murid dengan jari telunjuk merupakan sebuah tindakan yang tidak terpuji, tidak mendidik, bahkan itu sudah jadi sebuah penghinaan yang tidak bisa dilegalkan dengan dalih pendidikan atau “supaya murid kapok”. Sebab hal tersebut jelas bisa menimbulkan efek psikologis pada murid, dan kemungkinan besar efek itu bukan sesuatu yang baik

Kekecewaan guru pada murid yang sulit menerima pelajaran karena bodoh, lalai, pemalas,, atau pun pada murid yang nakal, lalu dicurahkan guru dengan cara menghina murid apalagi sampai memukul, sudah jelas bukanlah bagian dari pendidikan, apalagi cara mendidik. Sekolah jelas berbeda dengan pelatihan militer (militer pun tidak menghina kekurangan fisik atau psikis), apalagi jika sekolah itu masih tingkat dasar, Sekolah Dasar.

Kabar yang sangat miris, lucu, sekaligus merasa salut pada seorang bocah SD yang berani menendang kemaluan gurunya karena bocah  itu sudah tidak tahan dinasehati gurunya yang terkesan mencaci makinya, bahkan sampai menekan-nekan kepalanya dengan jari telunjuk.

Benar kata pepatah, “guru kencing berdiri, murid kencing berlari”. Guru menghina murid dan mencaci maki, maka murid menendang kemaluan guru dengan kaki! 

Biar lebih jelas dan enak bacanya, saya angkut beritanya ke sini!

LENSAINDONESIA.COM: Jengkel dengan ulah guru yang memakinya habis-habisan di depan kelas, seorang bocah pelajar SD melakukan aksi nekat dengan menendang kelamin orang tua di sekolahan tersebut. Bahkan sang guru pun tidak menyangka sama sekali bisa diserang balik oleh siswinya itu.
Surat kabar the Daily Mail Jumat (7/9/2012), memberitakan adegan mengejutkan sekaligus kurang ajar itu berlangsung di sebuah sekolah dasar di Rusia. Namun tidak disebutkan lokasi persisnya. Kejadian ini direkam seorang pelajar melalui telepon seluler dan diunggah ke situs liveleak.com.
Peristiwa itu berlangsung saat pelajaran bahasa Inggris. Awalnya, bocah perempuan berambut pirang ini hanya menunduk ketika diomeli bertubi-tubi oleh gurunya. Tidak puas sampai di situ, guru agresif ini menekan-nekan kepala sang murid dengan jari telunjuknya menandakan dia kesal dengan kecerdasan sang siswi.” Sumber

Karena saya bukan seorang guru, melainkan seorang murid (selamanya saya masih seorang murid), maka saya akan berbicara sebagai murid saja melihat kejadian tersebut.

1.      Semua tamparan tangan guru yang pernah sampai ke pipi saya, semuanya tidak saya anggap motivasi, atau bahkan bisa menyadarkan saya. Justru semuanya membuat saya merasa terhina, ditertawakan teman-teman, dan saya tidak berfikir perubahan yang lebih baik kecuali keterpaksaan dan rasa takut. Tapi kalau sudah besar, rasa takut itu bisa berubah menjadi rasa dendam.

Dari SD sampai sekolah SMU, saya pernah mendapatkan 6 x tamparan. Saya tidak punya rasa dendam, itu bukan karena saya takut guru. Tapi karena perkataan guru lain yang menyadarkan saya, atau guru yang menampar saya merasa menyesal dan minta maaf. Bukan tamparannya yang membuat saya berlapang dada, tapi perkataannya.

2.      Saya tidak pernah ditekan-tekan kepala oleh seorang guru, justru suatu waktu saya pernah disuruh menekan-nekan kepala seorang guru, dan disuruh melemparkan kopiahnya. Guru itu marah pada saya karena saya merokok di sekolah.

Guru itu benar-benar membuat saya merasa malu pada diri sendiri. dan saya mengikuti semua ucapannya. Meski akhirnya saya merokok lagi setelah batas perjanjian untuk tidak merokok itu sudah terlewat (sudah lulus sekolah).

3.      Teman SMU saya ada yang pernah kepanya ditekan-tekan oleh guru dengan jari tangannya, dan dihina karena ketidak disiplinan dan kebodohannya sebagai murid. Dia diam saja waktu dimarahi habis-habisan, hanya tertunduk. Tapi, setelah dia selesai dimarahi, dibelakang guru dia mengumpat sang guru dan merasa dipermalukan. Dia merasa, kesalahannya tidak sebanding dengan kepalanya yang ditekan-tekan, itu sudah sangat menghina, menurutnya.

Menariknya, teman saya itu malah memuji seorang guru dan merasa malu pada diri sendiri setelah dia dapat nasihat dari guru yang sama pernah memarahi saya karena merokok (lihat nomor 2). Kasus teman saya bukan merokok, dia suka bolos dan pemalas.

4.      Di sekolah SMU saya dulu ada seorang guru yang akan dikeroyok oleh murid, guru itu sampai langsung ke luar dari sekolah. Alasan para murid mau ngeroyok guru karena merasa guru itu terlalu berlagak sok keras, sok galak, sok jago. Bahkan suatu waktu saat mengajar, guru itu pernah marah-marah sambil menendang beberapa meja murid sampai berantakan. Kasus ini kasus terheboh di sekolah saya.

5.      Berbeda dengan kasus tindakan keras guru, pernah suatu waktu teman-teman adik kelas curhat ke saya (kebanyakan cewek yang curhat). Bahwa mereka membenci seorang guru. Sebetulnya guru itu baik, sayangnya, kebaikan guru itu sepertinya hanya dicurahkan pada beberapa murid yang dianggapnya paling pintar dan terajin di kelas. Sedangkan murid yang lainnya kurang diperhatikan.

Seperinya, “pilih kasih” di kelas benar-benar memberikan efek yang sangat jelek pada murid, sebab murid pemalas dan yang bodoh, bisa-bisa bukan berfikir yang lebih positif, yang ada malah benci pada guru dan murid yang terlalu diperhatikan guru itu.

Bagi saya, meski bagaimanapun, saya tetap berterimakasih pada semua orang yang telah menjadi guru saya.
Seperti itu saja. Minjem bahasa kaksus ah :D. “CMIIW” (Correct me if i’m wrong)

Memang Canggih dan Menawan, Tapi Itu Mesin Pembunuh

F-22 Raptor: Pesawat tempur tercanggih ini tidak akan terlihat radar musuh. Kalau pesawat anda tidak bisa dilihat, maka anda akan nyaris mustahil ditembak, dijatuhkan, dan dikalahkan. Teknologi masa depan ini terutama dihasilkan berdasarkan rekayasa struktur bentuk pesawat dan material yang menyerap gelombang radar, RAM, Radar Absorbent Material. (http://thonython.wordpress.com)
F-22 Reptor, pesawat tempur futuristik dari generasi ke-5. Mesin penghancur yang mampu meluluh-lantahkan karya manusia bahkan ciptaan Tuhan dalam waktu yang sangat singkat, sekali tekan tombol! (http://thonython.wordpress.com)

Terkagum-kagum melihat gambar-gambarnya, membaca informasinya, tapi akhirnya kembali tersadar akan fungsi dan tujuan utama teknologi canggih nan mahal itu. Untuk menghancurkan, bahkan membunuh! Pesawat tempur, mesin pembunuh dan penghancur!

Hilang semua kekaguman pada teknologinya, yang ada hanya bayangan bangunan-bangunan, kota-kota, bahkan nyawa yang telah direnggutnya. Sejarah mencatat peristiwa serangan pesawat tempur tentara Jepang secara besar-besaran menghujani seluruh armada tempur laut Amerika di Pear Harbour dengan peluru dan bom-bom yang merusak. Banyak manusia yang menjadi korban jiwa pada aksi serangan itu.

Aksi serangan yang sama memakan korban jiwa dengan skala yang besar pun pernah dilakuan Negara Adidaya Amerika dengan menjatuhkan bom atom di kota Hiroshima dan Nagasaki. Aksi pemboman itu dilancarkan menggunakan pesawat.

Selain itu, perang-perang yang terjadi di abad sekarang pun tidak lepas dari penggunaan pesawat tempur. Mungkin karena kemudahan dan daya rusaknya yang lebih cepat dan lebih besar. Afganistan, Irak, dan Palestina, merupakan negara yang menderita karena sebagian bangunan kotanya hanya menjadi puing-puing, dan sebagian masyarakatnya banyak yang mati akibat pesawat tempur memuntahkan rudalnya ke atas kepala-kepala mereka.

Manusia sejatinya tahu akibat apa yang akan diciptakan pesawat tempur, tapi tiada henti mengembangkannya lebih canggih dan lebih luas lagi daya rusaknya dengan bom-bom super mengerikan yang selalu dikantongi pesawat tersebut.

Miris, merinding, sedih, sekaligus bingung. Merupakan kebanggan di abad sekarang manusia memiliki kecanggihan suatu teknologi, dalam hal apapun, termasuk pada pesawat tempur. Namun mengingat kekuatan daya rusak yang bisa diciptakannya, sepertinya memaksa hati ini untuk menolak kehadiran mesin-mesin pembunuh yang bisa mengudara di kolong langit itu.

Berapa banyak waktu yang dibutuhkan agar Bumi ini menjadi hijau dan nyaman untuk dihuni oleh manusia dan makhluk lainnya. Berapa lama pula manusia membangun peradaban dan bangunan-bangunan yang kokoh, megah, kuat dan indah. Namun, tidak butuh waktu lama untuk menghancurkan semuanya dengan bantuan pesawat tempur.

Akan tetapi, benar adanya, pesawat tempur hanyalah benda yang mati, benda yang tidak berfikir, hanya sebuah alat. Dibalik semua itu, manusialah yang menciptakan dan menggerakannya. Satu-satunya cara menahan agar pesawat-pesawat tempur itu tetap jinak, adalah dengan menahan manusia-manusia yang berfikir untuk tidak menggunakannya. Sepertinya, sudah kewajiban seluruh manusia untuk senanitasa menjaga perdamaian hidup ini, agar tidak terjadi kerusakan apalagi kehancuran kehidupan.

korandoanakindonesia.wordpress.com
korandoanakindonesia.wordpress.com

Salam Perdamaian Dunia!
Dasam Syamsudin

Ekspresi Nasionalisme Musisi ALiran Punk Nan Keras

illustrasi: matakumatamu.multiply.com
illustrasi: matakumatamu.multiply.com

Banyak cara yang dilakukan musisi untuk mengekspresikan rasa nasionalisme. Dari cara yang halus dan sopan dalam menyanyikan liriknya, sampai cara yang keras dan penuh teriakan kemarahan! Seperti halnya yang dilakukan salah satu band beraliran punk. Tcukimay, band trash punk asal Bandung yang selalu berpenampilan punk dengan gaya rambut khas mohawk, kerap berteriak dengan lantang menggaungkan lirik-liriknya yang sarat akan kritik pada pemerintah.

Teu gableg ka era, teu gableg beungeut// Marentah sakahayang, teu gableg rarasaan// Asa aing pang alusna, asa aing pang benerna// Nincek kanu leutik, leletak kanu gede..”

Bahasa itu, merupakan Bahasa Sunda yang sangat kasar, apalagi jika dihubungkan kata-kata itu diucapkan oleh seseorang yang usianya lebih muda dari lawan bicaranya, maka itu bukan lagi berarti kasar, tapi sebuah tantangan!

Terjemah bahasa Indonesianya kurang lebih seperti ini,
“Tidak punya rasa malu, tidak punya muka// memerintah semaunya, tanpa perasaan// merasa diri sendiri paling baik dan paling benar// menginjak (rakyat) kecil dan menjilat orang yang lebih tinggi (berkuasa)”

Lirik selanjutnya dari kata itu sudah termasuk umpatan penuh kebencian dan kekecewaan pada pemimpin yang diktator. Saya akan mensensornya. Ini liriknya, “diktator ******// diktator *****// diktator ******// diktator, mati kau ******.” Saya harap tidak usah dipikirkan apa umpatan mereka pada pemimpin yang diktator.

Yang jelas lagu yang diteriakan anak Punk penuh power itu merupakan ekspresi nasionalisme anak muda yang selalu (sering) dicap sebagai orang-orang yang berpenampilan urak-urakan. Bahkan tidak sedikit yang menganggapnya sampah masyarakat.

Selain Tcukimay, banyak lagi band-band beraliran punk yang selalu meneriakan rasa nasionalisme, seperti halnya Band Jeruji dalam lagunya yang berjudul Lawan. Kritik pedas pada pemerintah sangat jelas sekali dari pembuka lagunya saja, “Kami cinta negeri ini, tapi kami benci sistem yang ada, hanya ada satu kata, lawan!”

Apa yang ingin mereka lawan? Sistem pemerintah? Sebetulnya lirik selanjutnya adalah kata-kata yang menggelorakan semangat berjuang melawan kelakuan para pemerintah negeri yang menindas rakyat. Seperti penggalan liriknya, “Pukul terus tak kenal menyerah// hajar teruss hancurkan penguasa// lawan.. lawan..!!”

Memang terkadang sangat ironis fenomena musik punk yang selalu menerikan nasionalisme dan kebejatan pemerintah. Di satu sisi mereka berteriak lantang sebagai sebuah kritik atau umpatan pada pemimpin yang tidak bertanggung jawab, alias penindas rakyat. Namun, sikap kritis itu kadang tidak diimbangi dengan prilakunya sebagai seorang musisi yang menggaungkan rasa nasionalisme.

Semoboyan “fuck the system” di kalangan musik punk yang masih mempunyai jiwa nasionalisme kadang sangat tertanam kuat terpatri di dalam dirinya. Dan hal itu bisa berarti positif atau pun negatif.

Positifnya adalah kepedulian mereka pada hal-hal sosial kerap sering dibuktikannya dengan melakukan aksi-aksi sosial berupa baksos (bakti sosial), atau sikap pribadinya yang memang masih menjunjung tinggi dan terus berupaya menanamkan dan menularkan sikap kritisnya itu pada pemerintah agar lebih baik. Dalam hal ini, berbaur di kehidupan sosial dan menciptaan semangat nasionalisme dengan lagu-lagunya. Sedangkan sisi negatifnya adalah menjadi seorang yang tidak peduli pada kehidupan pemerintah, termasuk pada aturan-aturan sosialnya. Sikap berontaknya pada pemerintah, bukan dilakukannya untuk membangun hidup sendiri atau pemerintahnya lebih baik, yang ada malah hidup semaunya, dan bisa jadi malah meresahkan warga.

Semoga para musisi punk yang meskipun menggaungkan musik yang keras tetap terus memupuk jiwa nasionalismenya dan merealisasikan hal itu ke dalam kehidupan sehari-hari. Jangan hanya berteriak-teriak menggaungkan nasionalisme sedangkan prilakunya berlawanan dengan aturan-aturan Pancasila yang sarat akan nilai-nilai kehidupan yang “baik”.
Vokalis Tcukimay: anakampung.deviantart.com
Vokalis Tcukimay: anakampung.deviantart.com





Dasam Syamsudin

Teknologi “Ini” Mempercepat Kehancuran Bumi

Kota Jakarta: iinparlina.wordpress.com
Kota Jakarta: iinparlina.wordpress.com

Berapa lama Bumi ini berkembang sehingga menjadi seperti sekarang ini? Dan, berapa lama yang dibutuhkan manusia untuk menghancurkan planet ini? Setidaknya, menghancurkan seluruh tatanan kehidupan yang pernah dibangun oleh manusia sendiri? Tidak butuh waktu lama!

Manusia sudah mempunyai teknologi penghancur yang sangat canggih, dimana daya rusaknya sangat luas dan bisa berlangsung lama. Bom atom, bom nuklir, rudal, torpedo, senjata biologis, peluru balistik, peluru penjelajah, peluru kendali, supergum, dan lain sebagainya. Belum lagi mesin-mesin pengangkut bom itu pun tidak kalah canggihnya diciptakan manusia agar kekuatan menghancurkannya lebih cepat dan bisa dilakukan dengan aman. Pesawat, tank baja, kapal laut, kapal selam, semua perabot canggih itu ada yang diciptakan khusus mengangkut amunisi dan bom yang sangat mematikan. 

ledakan bom: danishe.com
ledakan bom: danishe.com

Manusia, terus berjalan ke arah penghancuran dirinya sendiri, atau mungkin penghancuran planet Bumi.
Tidak butuh waktu lama untuk membumi hanguskan Indonesia. Memusnahkan kehidupan biologisnya dan meratakan bangunan-bangunan yang pernah dibuat masyarakat Indonesia. 

Nyaris semua negara mempunyai teknologi pengahancur yang mempunyai daya rusak yang sangat fatal dan kejam! Semakin canggih negara, semakin canggih pula mesin pembunuh dan penghancur yang dimilikinya. Sekali lagi, manusia sedang berjalan ke arah kehancuran dirinya sendir.

Perdamaian Kewajiban Bersama

Secanggih dan sebesar apapun daya rusak bom atom atau nuklir, semua itu hanya benda mati yang tidak bergerak. Yang hanya berpungsi apabila manusia mengaktifkannya.

Renungkanah kemajuan teknologi manusia dalam hal penciptaan alat-alat penghancur. Semua itu tentu sebagai persiapan untuk menghadapi terjadinya perang. Salah atau tidaknya sebuah negara, yang pasti perang adalah sesuatu yang sangat buruk! Teramat buruk dan bisa memusnahkan manusia!
Siapa yang menginginkan perang dan bom-bom besar di jatuhkan ditengah-tengah kehidupan? Tidak ada! Berarti, perdamaian dunia wajib dijaga, agar perstiwa saling menghancurkan tidak terjadi.

Menjaga perdamaian dan keselamatan manusia dan tatanan kehidupannya, tentu bukan berarti menghentikan penciptaan alat-alat pembunuh seperti itu. Yang sebaiknya memang tidak diciptakan alat-alat itu.
Akan tetapi, hal yang paling sederhana dan kecil dalam menjalani kehidupan sehari-hari tentu itu langkah awal dan paling efektif untuk menjaga keselamatan kehidupan manusia.

Kesombongan dan kebencian manusia, itu teramat buruk sekali. Sebab, manusia kadang berfikir untuk melihat kehidupan orang lain hancur saat amarah menyelimuti diri. Karena itu, menjaga perdamaian adalah kewajiban seluruh manusia. Seluruhnya!

Manusia sejatinya tidak bisa mengkondisikan kehidupan yang damai apabila tidak terikat dalam sebuah wadah. Dalam hal ini berarti negara. Negara jelas mempunyai andil besar dalam mengkondisikan dan mendidik masyarakat agar selalu hidup damai dan bersahabat dengan orang lain.

Ungkapan membunuh satu orang manusia seperti membunuh seluruh manusia. Itu karena melihat dampak pembunuhan itu yang akan menciptakan emosi pada tahap yang lebih tinggi dan lebih besar lagi, bahkan tidak menutup kemungkinan memicu terjadinya perang. 

Menanamkan paham-paham agar manusia selalu mengutamakan kasih sayang adalah kewajiban yang jelas dan rasional. Sebab, jika mengacuhkan hal ini, dampak kehancuran secara global tidak mustahil terjadi. Karena kebecian dan kesombongan kadang melampui batas apapun di dalam hidup ini, sehingga kehidupan orang lain kadang lebih diingankan hancur. Dan teknologi (senjata  pembunuh) mempermudah jalan itu.
Cukup kehancuran manusia pada peristiwa perang terdahulu menjadi tragedi berdarah yang sangat menyakitkan dan menyedihkan. Dan hal itu jangan sampai terulang lagi.

Adapun kewajiban personal dalam menjaga perdamaian kehidupan ini, harus selalu mengutamakan jalan perdamaian dalam segala hal. Jalan kasih sayang, jalan yang dikehendaki Tuhan.

Semoga Bumi tetap damai. Jangan sampai teknologi penghancru masa digunanakan manusia karena kebencian yang terlalu dirawat!
Wallahu A’lam

Dasam Syamsudin.

Santri Al-Furqon Cibiuk Memenangkan Dua Medali Perak di Olympicad 2 Tingkat Nasional PP Muhammadiyah

Olympicad 2 Tingkat Nasional PP Muhammadiyah: http://olympicadmuhammadiyah.com/
Olympicad 2 Tingkat Nasional PP Muhammadiyah: http://olympicadmuhammadiyah.com/



Tidak percaya, mustahil, pikir saya. Saat menerima SMS dari Kompasianer Pak Moh Dahlan, Beliau guru ngaji saya di Pesanten Al-Furqon Muhamamdiyah Cibiuk-Garut. SMS itu memberitahukan bahwa dua santri Al-Furqon berhasil memenangkan lomba pidato Bahasa Arab pada acara perlombaan Olympicad 2 Tingkat Nasional Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang diselenggerakan di pesantren Mualimin Mualimat Yogyakarta dari tanggal 10 - 12Juli 2012.

Meski hanya berhasil meraih juara 2 dengan membawa pulang dua medali perak, tentu itu suatu kebahagiaan dan kebangaan bagi keluarga besar Pondok Pesantren Al-Furqon. Sebab ini kali pertama Pesantren Al-Furqon mengikuti Lomba Olimpiade Tingkat Nasional yang diadakan Pimpinan Pusat Muhamamdiyah.
Peserta lomba yang berhasil memenangkan medali perak itu adalah, Ulfah Sayidah (Siswi SMA Muhammadiyah) pada Lomba Pidato Bahasa Arab Tingkat SMA, dan Rima Handayani (siswi SMP Muhammadiyah Plus) pada Lomba Pidato Bahasa Arab Tingkat SMP. Sedangkan dua santriwati yang lainnya, Anif dan Nindi, masih kurang beruntung, mereka tidak masuk ke babak final.

Anif, Ulfah, Rima, dan Nindi (Doc. Moh Dahlan)
Anif, Ulfah, Rima, dan Nindi (Doc. Moh Dahlan)
 
Sebagai alumni santri Al-Furqon Muhammadiyah Cibiuk-Garut yang pernah mengaji di sana dan sempat mengabdi, tentu saya sangat bangga. Apalagi Nindi dan Ulfah pernah menjadi murid saya pada pelajaran Nahwu (Mutammimah) dan Ushul Fiqih (Mabadiul Awaliyah) saat mereka kelas 3 di Pesantren.
Pesantren Al-Furqon memang sering mengikut sertakan para santrinya pada lomba-lomba yang diadakan khusus untuk tingkat pesantren, semisal Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) atau Musabaqoh Qiro’atul Kutub (MQK). Saya sendiri pernah mengikuti beberapa kali lomba tersebut. Lomba MTQ hanya berhasil sampai tingkat Kabupaten, namun untuk MQK pernah berhasil sampai tingkat Propinsi pada perlombaan Musabaqoh Qiroatul Kutub Tafsir Jalalain. 

Saya berfikir beberapa kali, mengapa santri-santri ini berhasil meraih juara dua tingkat Nasional. Tentu bagi saya hal itu prestasi tinggi yang pernah diraih santri Al-Furqon. Sebab Pesantren Al-Furqon Muhammdiyah Cibiuk-Garut, merupakan pesantren yang sederhana dengan jumlah santri yang cukup sedikit, sekitar 200 orang. Mengingat Olympicad 2 Tingkat Nasional PP Muhammadiyah ini diikuti oleh 50 Pesantren Muhammadiyah yang tentu banyak sekali pesantren Muhammadiyah yang jauh lebih besar dengan jumlah santri yang banyak. Belum lagi lomba itu pun diikuti oleh ratusan sekolah Muhamamdiyah dari 33 Propinsi yang ada di Indonesia.

Membiasakan Berbicara Menggunakan Bahasa Inggris Dan Bahasa Arab

Saya tidak bisa menyimpulkan banyak kenapa 2 santri ini bisa meraih juara dua dari peserta lomba yang begitu banyak dari berbagai propinsi. Saya kira, kata kuncinya adalah, memebiasakan para santri berdialog dengan menggunakan bahasa arab dan bahasa inggris.
Pesantren AL Furqon Muhammadiyah Cibiuk bukanlah pesantren spesialis bahasa. Sebab pelajaran utama pesantren ini adalah Ilmu Alat, Tafsir, Waris, dan Ushul Fiqih. Jadi, Bahasa Arab hanya dijadikan pelengkap saja, sedangkan bahasa Inggris tidak ada pelajarannya kecuali di sekolah.

Sepertinya, disamping kedua santriwati itu tentu gigih dan rajin menghapal materi lomba, juga pengaruh kebiasaan berbicara menggunanakan bahasa Arab dan bahasa Inggris dalam kesehariannya di pesantren, sangat berpengaruh kepada mereka. Para juri lomba tentunya sangat teliti dan hati-hati menilai peserta lomba. Menghafal materi pidato memang mudah, namun membiasakan menggunakan dialog bahasa Inggris dan Arab, tentu hal itu membantu membiasakan cara pengucapan atau logatnya.

Rutin Mengadakan Lomba Pidato Bahasa Arab Dan Bahasa Inggris

Setiap malam sabtu, Pesantren Al-Furqon Muhammadiyah selalu mengadakan perlombaan pidato. Dari lomba pidato tingkat kamar (Mubalighin/ Mubalighoh Al-hujroh), tingkas khusus (Mubalighin/ Mubalighoh al-Khusus), sampai pidato tingkat umum (Mubalighin dan Mubalighoh Al-‘Amm). 

Pidato tingkat kamar, hanya diikuti oleh para santri sekelas (satu angkatan) yang tinggal bareng dalam satu kamar. Jumlah satu kamar sekitar 15 orang, dan semunya wajib mengikuti lomba pidato. 3 pemenang dari pidato tingkat kamar ini, nanti akan dilombakan pada pidato Tingkat Khusus, yakni khusus santriawan saja atau santriawati saja. Nah, 4 santriawan dan 4 orang santriawati yang berhasil menang dari juara satu, dua, tiga dan emat, pada lomba pidato tingkat khusus, nanti akan dilomabakan lagi pada pidato tingkat umum. Dimana seluruh keluarga pesantren, dari Pimpinan Pesantren, para pengajar sampai semua santri (santriawan dan santriawati) akan berkumpul di aula untuk melihat 4 Mubalighin dan 4 Mubalighoh tersebut berpidato.
Mengadakan perlombaan pidato ini secara rutin, tiada lain untuk meningkatkan mental para santri dan juga skill dalam berpidato. Kadang, materi dan wawasan pidato yang sangat banyak pun jika mentalnya lemah, alias demam panggung, akan tertahan di otak saja tanpa bisa menyampaikan kepada hal layak. Begitu pula dengan cara penyampaiannya, jika tidak dibiasakan, kadang pidato yang padat dengan materi berharga pun akan terasa bosan dan tidak enak di dengar. Maka, positif sekali manfaat mengadakan lomba pidato tersebut secara rutin untuk meningkatkan mental para santri sekaligus skill berpidato dan juga motivasi untuk memiliki banyak wawasan.

Rupanya hasil pendidikan Pondok Pesantren Al-Furqon Muhammadiyah Cibiuk-Garut membawa hasil yang  menggembirakan dengan keberhasilan dua orang santriwati yang membawa pulang medali perak pada Olympicad 2 Tingkat Nasional PP Muhammadiyah yang diikuti puluhan Pondok Pesantren dan ratusan sekolah Muhammadiyah dari berbagai propinsi di Indonesia.

Alhamdulillah.
Selamat buat adik-adikku. Kak Dasam sangat gembira dengan keberhasilan kalian. 

Dasam Syamsudin

Stephen Hawking: Tentang Tuhan dan Alien # 3 (Final)

Di artikel kedua, saya mengambil kesimpulan, Ilmuwan astrofisika Stephen Hawking sudah melepaskan Tuhan di dalam fisikanya. Spontanitas terjadinya alam semesta dan kekuatan hukum gravitasi, membuatnya yakin alam semesta berdiri dengan sendiri.
Harus diingat pula, perbincangan tentang alam semesta yang berdiri sendiri, bukan hanya terjadi di kalangan saintis, itu juga menjadi dialog panjang para filosof, dan semuanya tidak ada yang memberi kesimpulan memuaskan, menurut saya. Tentang Tuhan ada atau tidak, semuanya belum jelas, dan akan menjadi dialog yang terus berlanjut di dalam sains dan filsafat. 

Ilustrasi, alien : http://www.guardian.co.uk/
Ilustrasi, alien : http://www.guardian.co.uk/

Tentang Alien
Ilmuwan Fisika Teoritis ini, Hawking, mempunyai pandangan yang sangat berani menyoal keberadaan makhluk biologis yang berada di luar angkasa, atau lebih tepatnya alien. Hawking dengan perhitungan otak matematisnya, nampaknya yakin bahwa alien yang mempunyai kecerdasan jauh melampui manusia benar-benar ada. Bahkan keberadaan mereka bukan saja menghuni di planet-planet, bisa saja di sebuah bintang, atau melayang di ruang hampa alam semesta.
Perhitungan matematika Hawking yang menganggap alam semesta begitu luas dengan 100 miliar galaksi dan belum lagi jumlah ratusan milyaran planetnya, juga memperhitungkan ruang kosong di alam semesta yang begitu luasnya, menganggap sangat rasional jika alien ada.
Sungguh pandangan yang sangat berani, menurut saya. Perhitugan matematis Hawkin ini, bukan hanya berhenti di makhluk alien itu ada dan kecerdasannya lebih baik dari manusia atau teknologinya yang lebih maju. Tapi, Hawking melanjutkan dengan pikiranya yang pesimis untuk kehidupan di Bumi, sebab keberadaan alien itu bisa mengancam kehidupan manusia.
Tidak berhenti di situ, Hawking pun menyarankan agar manusia menghentikan kontak dengan alien, sebab itu sama saja mengundang bencana ke Bumi. Sungguh pandangan yang sangat kontroversial. Padahal, belum lama ini Kompas.com menayangkan berita tentang himbauan ilmuwan bersama National Geographic agar kita mengirimkan pesan pada makhluk luar angkasa. Inti dari berita itu, Alien berarti tidak mempunyai potensi membahayakan Bumi. (Lengkapnya disini)
Hawking, menurut saya, meski menyebutkan itu hasil pemikiran matematisnya, terlalu berlebihan mendeskripsikan tentang alien, apalagi potensinya yang bisa memberi ancaman pada kehidupan di Bumi.
Saya tidak punya kata yang lebih baik untuk menanggapi pernyataan Hawking tentang alien yang terkesan canggih dan jahat selain kata “berlebihan”. Sebab apa yang dikemukakannya itu, terdengar tidak asing jika kita sering melihat film fiksi ilmiah tentang alien.
Mungkin pernyataanya tentang keberadaan alien, secara matematis alam semesta memang mempunyai banyak ruang yang leluasa untuk keberadaan kehidupan biologis selain manusia. Selain itu, teori evolusi pun sepertinya bisa memberi ruang untuk perkembangan kehidupan biologis yang bukan hanya ada di Bumi. Tidak mustahil kehidupan bernyawa bisa bertahan di kondisi yang sangat extreem karena hasil proses evolusi dan adaptasi. Selama ini, konsep kehidupan Bumi memang menjadi parameter untuk keberadaan makhluk bernyawa lainnya yang ada di luar angkasa. Sehingga planet-planet yang kondisinya berbeda dengan Bumi, selalu dianggap tidak mempunyai potensi untuk menopang kehidupan.
Hawking sepertinya berusaha meninjau jauh, tentang alam semesta saja bisa tercipta (dengan sendirinya) dan Bumi menjadi bukti “suksesnya” suatu kehidupan biologis tumbuh dan bertahan pasca ledakan besar ( Big Bang) sekitar 150 miliar tahun yang lalu. Dan “keajaiban” (baca: kemungkinan) ini, tidak mustahil terjadi di tempat lain yang ada di alam semesta, baik di planet, bintang, bulan, atau bahkan melayang di ruang yang hampa.
Saya pribadi (meski bingung), memang menerima perhitungan “peluang’ matematis Howking itu. Namun, berat rasanya harus menerima mentah-mentah pernyataanya tentang deskripsi alien yang lebih pintar dari manusia, bentuknya aneh, lebih maju teknologinya, dan juga berpotensi mengancam manusia.
Akan tetapi, ada satu hal yang sangat menarik, menurut saya. Hawking begitu yakin dan menganggapnya rasional jika alien (sekarang) memang benar-benar ada melalui perhitungan otak matematisnya. Namun, dengan otak fisikanya dia memutuskan untuk melepaskan campur tangan Tuhan pada penciptan alam semesta dan hukum-hukumnya.
Kenapa untuk alien begitu yakin sedangkan Tuhan tidak? Ini menurut saya, sebab alien berada di dalam alam semesta dan terlibat dengan hukum-hukum fisika. Sedangkan Tuhan mecakupi seluruh semesta dari penciptaan sampai pengendalian hukum-hukumnya, dan Tuhan jelas tidak bisa dijangkau dan diterapkan hukum-hukum fisika yang berlaku pada manusia. Karena itu  Hawking tidak bisa menerima Tuhan harus terlibat pada alam semesta. Sebab dia hanya mempercayai apa yang bisa diamati melalui otak fisikanya.
Dan bagaimana dengan hati Hawking tentang Tuhan? Saya tidak tahu, meski saya menyelipkan kata atheits dalam tulisan tiga judul ini pada pembahasan artikel ke dua, titik tekan saya tetap pada jalan sains dalam pencarian Tuhan.
Wallahu A’lam!

Stephen Hawking: Tentang Tuhan dan Alien # 2

Bangun tidur langsung membuka Kompasiana. Terkaget tulisan saya terekomendasi. Ini sutau hantaman bagi saya. Lagi-lagi, Kompasiana melakukan tindakan ceroboh merekomendasikan tulisan saya. Tiga minggu yang lalu tulisan saya terekomendasi selama 3 hari berturut-turut. Dan sekarang, “kecerobohan” (terimakasih) Kompasiana terulang. Entah apa artinya bagi kompasiana tulisan sederhana itu. Yang pasti bagi saya, saya harus menyelesaikan tulisan Stephen Hawking: Tentang Alien dan Tuhan.

Fisikawan Inggris, Stephen Hawking: kasamaproject.org
Fisikawan Inggris, Stephen Hawking: kasamaproject.org

Jika di dalam buku “A Brief History of Time” yang diterbitkan tahun 1988, Hawking tidak menapikan turut campurnya Tuhan dalam penciptaan alam semesta. Sedangkan di buku The Grand Design yang baru terbitan tahun 2010, dia melepaskan Tuhan dari proses penciptaan alam semesta. Adanya gravitasi di alam semesta, itu menjadi salah satu alasan alam semesta tidak membutuhkan Tuhan untuk membangun dirinya sendiri.
Di buku yang terbarunya itu, Hawking bukan hanya menentang pernyataan Isaac Newton tentang adanya Pencipta di alam semesta, tapi dia juga sepertinya mau menghabisi mentah-mentah pernyataannya tentang keberadaan Tuhan di dalam bukunya yang terdahulu, “A Brief History of Time”.
Saya memang ragu memposisikan Hawking termasuk agnostik atau atheits, Percaya tuhan atau tidak. Namun, sedari awal Hawking sudah serin mengatakan bahwa Tuhan yang ia pahami, tidak sama seperti yang di pahami di dalam agama. Hal itu bisa dipahami dari penyataannya, “Tidak religius secara akal sehat” dan ia percaya bahwa “alam semesta diatur oleh hukum ilmu pengetahuan. Hukum tersebut mungkin dibuat oleh Tuhan, tetapi Tuhan tidak melakukan intervensi untuk melanggar hukum.”
Dan di banyak tempat (media), Hawking sering menggunakan kata “mungkin” untuk keberadaan Tuhan,. hal itu menunjukan perjalanan dan perjuangan Hawking yang belum menyatakan finish terhadap Tuhan, meski di bukunya “A Brief History of Time” Tuhan begitu melekat di dalam pikirannya.
Sepertinya Hawking sudah menemukan akhir perjalanan dalam teka-teki dari mana alam semesta berasal. The Grand Design, di bukunya yang ini, campur tangan Tuhan dilepaskan dari alam semesta, Hawking tidak membutuhkan Tuhan untuk menciptakan alam semesta ini. Semuanya bisa berdiri dengan sendiri, hukum gravitasi bisa membuat alam semesta ini.
Apakah lagi-lagi harus difahami secara metaforis Tuhan yang disebutkan Hawking? Saya mengabil tindakan di tulisan ini, Hawking memang sudah tidak percaya Tuhan. Sebab seringnya melihat kata “mungkin” di dalam keberadaan Tuhan ketika dia masih dianggap “percaya, agnostic”, saya mulai memberi tanda kutip pada makna “Tuhan” itu. Hawking masih mempunyai keraguan besar akan keberadaan Tuhan.
Melihat dirinya sebagai seorang ilmuwan fisika, memang wajar jika Tuhan terus diseret ke dalam kajian fisikanya yang berkaitan dengan alam semesta, yang akhirnya akan membawa kesimpulan pada “ada atau tidak” Tuhan ketika pengetahuan baru tentang sains mulai ditemukan atau lebih diyakini kebenarannya. Dan Hawking yakin alam semesta bisa berdiri sendiri tanpa campur Tuhan. Tuhan hilang di “pikiran” Hawking.
Perjalanan pikiran sains memang akan seperti itu, ketika hasil pengamatannya membawa pada kesimpulan seperti yang diyakini Hawking, alam semesta tidak membutuhkan campur tangan Tuhan, maka dia akan meyakini hal itu.  Sebab bagi Hawking, dia hanya mempercayai apa yang bisa ia amati. Dan Tuhan, tidak bisa ia amati. Maka hukum gravitasi (dan proses yang lainnya) lebih dipercaya mampu membangun alam semesta ketimbang Tuhan yang belum bisa diamati Hawking.
Saya percaya, Hawking sudah melepaskan Tuhan di dalam pikirannya. Perdebatan Hawking tentang Tuhan telah selesai! (The telegraph)
Wallahu A’lam

Stephen Hawking: Tentang Tuhan dan Alien

Stephen William Hawking: inquisitr.com
Stephen William Hawking: inquisitr.com


Pernah di suatu blog saya membaca sebuah judul tulisan, ” Stephen William Hawking masuk Islam”, yang saya anggap blog itu terlalu mengada-ngada, apalagi isinya hanya dua video youtube tanpa keterangan tulisan yang jelas.
Untuk Hawking, tentu saya sangat tertarik mengikuti alasan dan kebenaran beritanya itu. Dan ketika berusaha mencari pernyataan Hawking tentang Tuhan dari berbagai sumber, saya menyimpulkan dia seorang agnostik. Hal itu saya ketahui dari berbagai informasi yang mengulas pidato dan tulisannya yang beberapa kali pernah menyebut nama “Tuhan”, tentu Tuhan bagi dia tidak akan sama dengan apa yang dipahami Islam atau mungkin juga Kristen.
Seperti pernyataanya bahwa dia religius, tapi bukan “religius” dalam arti normal, meski begitu dia percaya“Jagat raya diatur oleh hukum-hukum sains. Hukum-hukum ini bisa saja didekritkan oleh Tuhan, tapi Tuhan tidak ikut campur untuk melanggar hukum-hukum itu”.
Saya anggap pernyataan itu, Hawking percaya Tuhan, tapi dia tidak percaya ada keajaiaban di luar akal manusia di alam semesta dalam bentuk apapun, termasuk mukjizat para Nabi. Sebab itu bentuk pelanggaran hukum alam, hukum fisika khususnya. Hawking hanya menganggap alam semesta dan hukum-hukumnya diciptakan Tuhan, dan setelah itu Tuhan lepas tangan, selanjutnya alam semesta bekerja sesuai hukumnya.
Kenapa Hawking menganggap Tuhan tidak ikut campur untuk melanggar hukum-hukum itu? sebab melalui teori “Kuantum”nya “alam semesta ini tanpa pangkal ujung”, karena adanya waktu nyata (waktu manusia) dan waktu maya (waktu Tuhan).
Di waktu nyata waktu hanya berjalan ke depan dengan tetap menuju nanti, besok, lusa, minggu depan, dan selanjutnya (tidak bisa kembali). Sedangkan di waktu maya (waktu Tuhan) kita bisa pergi kemana saja menembus ruang dan waktu yang ada di alam semesta, pergi ke masa lalu dan ke masa depan, atau berkunjung ke kehidupan yang ada di planet lain dalam waktu  “seketika”.
Teori ini pernah dipakai untuk merasionalkan perjalanan “Isra Mi’raj” Rasulullah SAW. Menarik bagi saya dikaitkan dengan teori Kuantum, tapi tidak percaya sepenuhnya perjalanan Rasulullah SAW seperti itu, meski menenangkan pikiran karena lebih bisa diterima akal!
Dan yang menarik dari waktu maya menurut Hawking adalah, dimana masa depan dan masa lalu tidak ada bedanya. Maka Kiamat, sebetulnya sudah terjadi (selesai) saat alam semesta ini pertama kali tercipta dengan diawali dentuman besar (big bang). Simpelnya, kiamat sudah terjadi bersamaan dengan terjadinya dentuman besar (big bang).
Dan menurut saya, rasional jika Hawking mengatakan Tuhan tidak ikut campur melanggar hukum alam. Sebab hukum alam dianggap masih dan telah terjadi, karena kehidupan kita berada di waktu nyata, sedangkan bagi Tuhan, masa lalu sekarang dan nanti tidak ada bedanya. Jadi, Tuhan sudah selesai menciptakan dan mengkiamatkan alam ini. (menarik untuk renungan Muslim, umumnya untuk yang mengaku Tuhan ada).
Akan tetapi, pada bulan September tahun 2010, Hawking menunjukan pandangan baru terhadap alam semesta dan Tuhan. Dia mengatakan bahwa alam semesta tidak membutuhkan Tuhan untuk membangun (menciptakan) dirinya sendiri. Hawking menulis dalam bukunya, The Grand Design, bahwa “Karena adanya hukum seperti gravitasi, tata surya dapat dan akan membentuk dirinya sendiri. Penciptaan spontan adalah alasannya mengapa sekarang ada ’sesuatu’ dan bukannya kehampaan, mengapa alam semesta ada dan kita ada. Tidak perlu memohon kepada Tuhan untuk memulai segalanya dan menggerakan alam semesta.
Pandangan terbarunya itu, yang ditulis di dalam buku The Grand Design, tidak membuat saya senang (fans berat, hihihi). Karena sikapnya yang melepaskan Tuhan dalam peran alam semesta. Namun, tidak pula merubah kekaguman saya pada dirinya yang begitu berani dan tetap semangat meski kelumpuhan terus membuatnya nampak payah. Saya selalu berusaha mengikuti jalan pikiran sains meski paham agama begitu melekat di hati dan pikiran saya.
Wallahu A’alm.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H

13455321611711629454
Editan photoshop sendiri
Sumber gambar:  (ketupat panjang) clker.com, (ketupat persegi) rizalyan.com, (kartun salam-salaman) dzopar.com, (logo kompasiana yang dihapus “K” nya) kompasiana.com
______________________________
“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangan (hari terakhir Ramadan) dan kamu mengagungkan Allah (bertakbir raya) atas petunjuk-Nya yang dianugerahkan kepada kamu agar kamu menjadi orang-orang yang bersyukur.” (QS: Al-Baqarah 185)

Allah Akbar Allah Akbar Allah Akbar!!!
Ramadhan ditutup dengan kebahagiaan dan kemenangan pada hari Idul Fitri. Bulan penuh berkah dan rahmat telah terlewat, dan dihari penutupan bulan itu pula segala karunia Tuhan yang dilipat gandakan bagi orang-orang yang beriman dan melakukan amal shaleh kembali diposisikan seperti semula. Sungguh karunia dan kemurahan Tuhan yang tiada terkira bagi hamba-hambanya yang beriman dengan ketaatan, keikhlasan dan kebahagiaan.
Untuk bertemu kembali pada bulan suci itu kita harus menunggu masa selama sebelas bulan, atau satu tahun. Sungguh masa yang amat samar untuk ditebak. Akankah usia kita mampu melaksanakan ibadah di hari itu lagi atau tidak. Masa depan adalah misteri, bahkan untuk satu menit yang akan datangpun.
Maka, di hari Lebaran ini, mari kita jadikan sebagai momentum untuk kembali meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT. Manusia tidak ada yang tahu takdir apa yang akan mendatanginya di masa yang akan datang, untuk hari esok pun tidak ada yang tahu. Karena itu, untuk menghindari kelalaian dari keterlupaan kepada Allah, mari sama-sama meningkatkan dan memperpadat waktu, bahkan membentangkannya tanpa putus untuk selalu beriman dan beribadah kepada-Nya.
“Dari lubuh hati yang terdalam, atas nama pribadi sebagai Kompasianer, Taqobalallahu mina waminkum, minal ‘aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir dan bathin kepada seluruh pengurus kompasiana, para kompasianer, dan juga semua orang yang telah membaca tulisan ini juga tulisan saya yang lainnya. Sekali lagi, mohon maaf jika kata-kata saya pernah menyinggung dan membuat kesal atau sakit hati”
Indramayu, 21 Agustus 2012
Dasam Syamsudin

Tentang Blog Kak Dasam


Dasam Syamsudin, Admin

Sebetulnya saya sudah mempunyai banyak blog, salah satunya www.cinta-syamsudin.blogspot.com. Blog itu lumayan rame, tapi terkesan tidak jelas bagi saya. Karena itu, saya kembali membikin blog, blog ini, yang berjudul Kak Dasam, dengan alamat www.kakdasam.blogspot.com.

Memang agak narsis nama blog menggunakan nama sendiri. Tentunya saya lebih suka menggunakan nama sendiri ketimbang nama yang lain. Meski postingan sebagian besar coppy-paste ketimbang postingan original. 

Adapun konten blog ini akan saya isi dengan apa saja, yang penting bermanfaat bagi orang lain.

Dengan niat berbagi dan Menyebut nama Allah SWT, semoga blog saya ini selalu rame dan menghasilkan manfaat, baik itu untuk saya pribadi ataupun orang lain. Amin!









Ummu FadhlUmmu Fadhl Fadhl Rodhiallahu 'anha masuk Islam sebelum hijrah, beliau adalah wanita pertama yang masuk Islam setelah Khadijah (Ummul Mukminin Rodhiallahu 'anha)....

Ummu Haram Binti MalhanUmmu Haram Binti MalhanUmmu Haram berangan-angan untuk dapat menyertai peperangan bersama mujahidin yang menaiki kapal untuk menyebarkan dakwah ....

Hot News

Hot News
 

© Copyright Kak Dasam 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.